Menhan, Panglima TNI, dan Kepala BIN Bertemu PM Pakistan

JAKARTA -- Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto serta Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) M Herindra bertemu Perdana Menteri (PM) Pakistan Muhammad Shehbaz Sharif di Islamabad, Pakistan pada Selasa (15/7/2025). Rombongan delegasi tinggi pemerintah RI tersebut, kecuali Kepala BIN mampir ke Pakistan dalam perjalanan pulang dari Paris, Prancis ke Tanah Air.
Menhan Sjafrie mengunggah pertemuan itu melalui akun Instagram pribadinya. "Setelah menghadiri Bastille Day bersama Presiden @prabowo di Paris, saya melanjutkan agenda diplomasi pertahanan dengan melakukan kunjungan resmi ke Pakistan," ujar Sjafrie dikutip di Jakarta, Kamis (17/7/2025).
Sjafrie mengakui, pertemuannya dengan orang nomor satu di Pakistan dan Menhan Pakistan Khawaja Asif membahas kerja sama bidang pertahanan. Tidak hanya itu, peluang kerja sama di bidang teknologi hingga alat utama sistem senjata (alutsista) juga dijajaki kedua belah pihak.
"Dalam kunjungan ini, saya melaksanakan CC (courtesy call) bersama Perdana Menteri Pakistan Muhammad Shehbaz Sharif, untuk membahas peluang kerja sama strategis di bidang pertahanan. Pakistan menjadi rekan strategis bagi Indonesia dalam memperkuat teknologi, alutsista, dan kapasitas sumber daya manusia pertahanan melalui pelatihan serta pertukaran personel," ucap Sjafrie.
Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyampaikan, pembahasan dengan PM Pakistan tidak hanya terkait pertahanan, melainkan juga membahas perdagangan. "Dengan semangat persaudaraan yang telah terjalin sejak lama, Pakistan dan Indonesia sepakat untuk memperkuat kemitraan bilateral yang saling menguntungkan dari sektor perdagangan hingga produksi pertahanan," ucap mantan KSAD tersebut.
Dia mengaku, ketika mendarat di Pakistan, delegasi RI mendapat sambutan resmi jajar kehormatan militer dari pasukan pemerintah Pakistan. Setelah itu, dilanjutkan bersama delegasi Indonesia mendampingi Menhan Sjafrie melaksanakan pertemuan hangat dengan PM Pakistan Muhammad Shehbaz Sharif di Islamabad.
"Pertemuan tersebut menggarisbawahi hubungan bilateral historis, persaudaraan, dan persahabatan yang mengakar antara Indonesia dan Pakistan serta menegaskan kembali komitmen kuat untuk mempercepat implementasi kerja sama pertahanan, sebagai bagian dari visi bersama menuju stabilitas kawasan dan kemajuan bersama," kata Agus.
Sebelumnya, pesawat Super Falcon TNI AU yang ditumpangi Sjafrie dan rombongan mendarat di Pangkalan Udara Nur Khan di Chaklala, Kota Rawalpindi, Provinsi Punjab. Ketibaan Sjafrie disambut Menteri Produksi Pertahanan Pakistan Muhammad Raza Hayat Harraj.
Keduanya bersalaman hingga berangkulan sebagai tanda eratnya hubungan kedua negara. Dubes RI untuk Pakistan Letjen (Purn) Chandra Warsenanto Sukotjo dan Athan RI di Pakistan Kolonel Inf Henru Hidayat Susanto turut menyambut kedatangan di pangkalan milik Angkatan Udara Pakistan (PAF) tersebut.
"Saya tiba di Pakistan dalam rangkaian kunjungan kerja ke luar negeri selanjutnya (Selasa, 15 Juli 2025). Setibanya di Pakistan, mendapat sambutan resmi Jajar Kehormatan Militer dari pemerintah Pakistan," kata Sjafrie melalui akun Instagram-nya.
Selain Panglima TNI, turut dalam rombongan Sjafrie adalah Wakil KSAD Letjen Tandyo Budi Revita, Kabaranahan Kemenhan Marsdya Yusuf Jauhari, Dirjen Strahan Kemenhan Mayjen Agus Widodo, dan sejumlah staf Kemenhan lainnya. Informasi yang didapatkan Seputar Militer, pertemuan delegasi RI dan PM Pakistan juga membahas jet tempur Chengdu J-10.
Kunjungan Sjafrie ke Pakistan merupakan balasan atas kedatangan Menteri Produksi Pakistan ke Jakarta pada medio Juni lalu. Selain bertemu Sjafrie di Kemenhan, Menteri Raza Hayat juga ikut dalam peresmian Kampus Bhinneka Tunggal Ika Universitas Pertahanan (Unhan) di Sentul, Kabupaten Bogor, yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Dalam kesempatan itu, Prabowo mengajak Hayat untuk makan malam bersama para mahasiswa Unhan, menhan, panglima TNI, tiga kepala staf, dan sejumlah menteri.