Mentrans Iftitah Raih Doktor di Unpad, Menko AHY Beri Selamat

BANDUNG -- Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ikut menghadiri Sidang Promosi Doktor, Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara di Universitas Padjajaran (Unpad) Kampus Dago, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (11/7/2025). Setelah mampu mempertahankan disertasi di depan dosen penguji, kata AHY, Iftitah resmi menyandang gelar doktor dan lulus dengan predikat sangat baik dari FISIP Unpad.
"Kebanggaan dan kehormatan ini terasa lengkap karena disertasi beliau sangat relevan yaitu menganalisis Pilpres 2024 dari perspektif perilaku pemilih, yang tak hanya rasional, tetapi juga emosional; memilih dengan pikiran dan hati," kata AHY yang menyempatkan foto bersama seniornya di Akademi Militer (Akmil) Magelang tersebut. Baik AHY dan Iftitah sama-sama peraih Adhi Makayasa Akmil 2000 dan 1999.
Dia pun memuji disertasi Iftitah berjudu "Eklektisisme Perilaku Memilih dalam Pilpres 2024: Analisis Multidimensi atas Pengaruh Karakteristik Sosial, Rasionalitas Politik dan Dinamika Utilitas Maksimal dalam Pembentukan Preferensi Elektoral di Indonesia". Yang menarik, sidang disertasi dipimpin langsung Rektor Unpad Prof dr Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, Sp.M(K).
"Karya ilmiahnya penuh novelty. Saya bangga menyebutnya sahabat seperjuangan sejak di Akademi Militer, seorang pribadi dengan dedikasi tinggi yang selalu mengedepankan sinergi dan kolaborasi, serta kebersamaan bukan kompetisi yang memecah belah," ucap AHY.
Dia pun mendoakan kesuksesan karier Iftitah yang merupakan representasi Partai Demokrat di Kabinet Merah Putih. "Selamat Bang @iftitahsulaiman! Semoga ilmunya bermanfaat bagi kemajuan demokrasi Indonesia dan perjuangan @pdemokrat ke depan. Aamiin Ya Rabbal Alamin," ujar AHY.
Sementara itu, Mentrans Iftitah memaparkan, disertasinya berupaya menjawab dua pertanyaan utama terkait Pilpres 2024. Pertama adalah bagaimana karakteristik sosial, psikologi, dan rasionalitas memilih, termasuk pengaruh kampanye, uang dan logistik yang mempengaruhi prefensi dalam Pilpres 2024.
Kedua, bagaimana proses rasional dan emosional itu bermuara pada apa yang disebut sebagai utilitas maksimal. Hal itu pun kemudian berkembang menjadi public mood, yaitu suasana kebatinan publik yang menggerakkan pilihan politik publik.
"Public mood menjadi instrumen penting yang dapat menciptakan momentum politik bagi kandidat, mengarahkan dinamika kampanye, dan bahkan menentukan hasil pemilu," Iftitah yang sekarang menjabat Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Demokrat.